Apa Saja Jenis Zakat yang Wajib Dibayar Seorang Muslim?

Bagi umat muslim membayar zakat adalah salah satu kewajiban. Ada berbagai jenis zakat yang perlu diketahui beserta cara perhitungannya. Setiap zakat tentunya memiliki ketentuannya masing-masing mengenai kapan waktu pembayaran serta ketentuan pembayarannya. Untuk lebih memahami tentang zakat, simak informasi selengkapnya dalam artikel ini.

Apa Itu Zakat?

Jika dipahami berdasarkan definisinya, zakat memiliki arti bersih dan berkembang. Istilah zakat sendiri merupakan bagian dari bahasa Arab. Sementara itu jika dipahami secara harfiah, zakat bisa diartikan sebagai bagian dari harta seorang muslim yang wajib diberikan kepada ahli zakat atau orang yang berhak menerima zakat.

Meskipun zakat merupakan ketentuan dalam syariat Islam, kewajiban membayar zakat tidak diperuntukan bagi seluruh umat muslim. Hanya umat muslim yang sanggup membayar zakat saja yang diwajibkan. Kesanggupan umat muslim dalam membayar zakat dinilai dari kecukupan harta yang dimilikinya.

advertisement

Jadi, ketika umat muslim telah memiliki harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan mampu membayar zakat maka umat tersebut memiliki kewajiban untuk zakat. Zakat adalah rukun islam yang wajib ditunaikan sesuai ketentuannya. Umat muslim yang memiliki kewajiban untuk membayar zakat harus segera menunaikannya.

Sesuai dengan definisinya yang juga memiliki arti berkembang, menunaikan zakat juga bisa dimaknai sebagai adanya perkembangan harta dari seorang muslim. Siapa pun yang telah menunaikan zakat dengan niat tulus akan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT berupa pahala yang besar.

advertisement

Jenis-Jenis Zakat

Bagi seorang muslim memahami definisi zakat saja tidak cukup. Ada berbagai jenis zakat yang perlu diketahui dan dipahami oleh setiap muslim agar tidak salah dalam pelaksanaannya. Berikut jenis-jenis dari zakat dalam Islam yang wajib diketahui:

1. Zakat Fitrah

Jenis zakat ini menjadi kewajiban umat muslim yang mampu membayarnya di bulan Ramadan. Jika tidak memungkinkan, pembayaran juga bisa dilaksanakan sesaat sebelum salat Idul Fitri. Ketentuan pembayaran zakat fitrah yaitu ditunaikan dengan memberikan sebanyak 3,5 liter atau setara dari makanan pokok wilayah yang bersangkutan.

Karena Indonesia merupakan wilayah yang makanan pokoknya berupa beras, maka seorang muslim yang ingin menunaikan zakat fitrah bisa memberikan 3,5 liter beras. Di negara lain ketentuan pembayaran zakat fitrah juga tentunya berbeda karena makanan pokoknya pun berbeda. Ada yang membayar zakat fitrah dengan memberikan kandung hingga biji-bijian.

Adapun, tujuan utama dari pembayaran zakat fitrah yaitu untuk mensucikan setiap umat muslim yang telah berpuasa dari perbuatan dosa yang tidak disadarinya. Zakat fitrah ditujukan kepada fakir miskin yang kesulitan mencukupi kebutuhannya, terutama dalam kebutuhan pangannya.

2. Zakat Maal

Zakat maal dikenal juga dengan sebutan zakat harta atau zakat penghasilan. Umat muslim wajib mengeluarkannya hanya jika sudah mencapai nisab dan haulnya.

Nisab adalah batasan minimum dari jumlah harta yang diwajibkan untuk zakat. Sementara itu, haul adalah waktu pemilihan dari harta yang telah dihitung dalam 12 bulan. Dari zakat mal juga dikategorikan beberapa macam zakat lainnya yaitu zakat pertambangan, perniagaan, penghasilan, tabungan, dan lain-lain.

3. Zakat Emas

Dalam Islam setiap muslim yang memiliki emas juga wajib dizakatkan. Zakat emas diwajibkan ketika umat muslim memiliki emas tersebut lebih dari 1 tahun. Ketentuan mengenai pembayaran zakat ini yaitu 2,5% dari harga emas yang akan dizakatkan.

Misalnya seorang muslim menyimpan emas dengan bobot 100 gram. Artinya, umat muslim tersebut wajib membayar zakat dengan bobot emas 2,5 gram. Jika harga 1 gram emas pada saat itu senilai Rp50 ribu. Maka, zakat emas yang wajib ditunaikan yaitu 2.5 gram x Rp50 ribu = Rp125 ribu.

4. Zakat Ternak

Zakat ternak adalah salah satu zakat yang wajib dibayarkan ketika seorang muslim memiliki penghasilan yang berasal dari hewan ternak. Namun hewan ternak yang wajib dizakatkan yaitu hewan yang bermanfaat bagi manusia dan sudah diternakan selama 1 tahun.

Setia hewan ternak memiliki ketentuan pembayaran yang berbeda. Misalnya, ketika seorang muslim memiliki ternak sapi dengan jumlah 30 ekor, maka 1 ekor anak sapi wajib dizakatkan setiap tahun.

Adapun hewan ternak yang wajib dizakatkan yaitu, unta, kerbau kambing, sapi, domba, dan biri-biri. Bagi umat muslim yang memiliki ternak unggas seperti bebek ayam dan burung tidak ada kewajiban zakat kecuali jika hewan tersebut diperdagangkan.

5. Zakat Tijarah

Zakat tijarah juga biasanya disebut sebagai zakat perdagangan. Jenis zakat ini diwajibkan kepada pemilik usaha yang dianggap sudah mampu untuk membayar zakat. Adapun, ketentuan zakat ini dihitung dari modal dagangan dengan perhitungan 2,5% dari modal tersebut. Seorang muslim yang diwajibkan membayar zakat ini bisa mengeluarkan uang dengan nilai tersebut atau menunaikannya dengan memberikan barang dagangan.

Itulah 5 jenis zakat yang wajib diketahui bagi umat muslim. Jika sudah terhitung mampu membayar zakat, maka diwajibkan untuk menunaikannya. Hal ini dikarenakan, zakat merupakan kewajiban yang harus dilakukan dan bila tidak maka akan menjadi cela.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button